Proyek Banjir Kanal Timur, Merepotkan Warga
BANJIR KANAL TIMUR, atau biasa disingkat BKT adalah salah satu program pemerintah dalam upaya mengurangi intensitas banjir di Jakarta. Warga jakarta timur, khususnya yang berdomisili di sekitar proyek BKT ini pasti udah “akrab” dengan proyek ini.
Akrab dengan alat berat proyek, akrab dengan pekerja proyek (loh???), dan yang orang banyak merasakan adalah akrab dengan tanah proyek yang berceceran sampai ke tengah jalan hampir sepanjang proyek BKT. Saya, sebagai warga jakarta timur yang sangat dekat dengan BKT sudah sering merasakan REPOTnya BKT, (bukan cuma pekerjanya aja yang repot)
Sejarah Jakarta
Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia di canangkan oleh para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.
Tower Sutet Di Aliran KBT Diganti Dengan Produk Anak Bangsa
Pembangunan Kanal Banjir Timur memang hampir rampung dan siap untuk menghadapi musim hujan awal tahun depan (2010). Pembangunan KBT tidak lepas dari infrastruktur lama yang menghadang, tower sutet misalnya. Di dekat flyover Pondok Bambu terdapat sutet yang berdiri kokoh di bantaran BKT dan harus dipindahkan. Permasalahannya tower sutet tersebut harus diganti dengan yang baru.
Baru kali ini saya melihat pemindahan / rekonstruksi bangunan tower sutet dengan tower model baru dan berita bagusnya tower baru ini adalah karya anak bangsa, wah boleh donk berbangga hati sedikit.
Proses pemindahan berjalan sangat hati-hati, karena arus lalu lintas dibawah tower sutet terbilang sangat ramai dan padat, terutama pada pagi dan sore hari.
Banjir Kanal Timur hampir Rampung
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Buat warga Jakarta Timur khususnya, pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) memang cukup merepotkan terutama ketika aktifitas pagi berjalan. Saya sendiri merasakan betapa macetnya pejalanan ke kantor saya akibat pembangunan BKT yang memakan bahu jalan apalagi diperparah ketika hujan mengguyur area pembangunan BKT, beuuhh…tanah urugan yang masih merah dengan “sombong”nya memperlihatkan eksistensi-nya di aspal jalan sepanjang BKT, walhasil para pengemudi jalan terutama pengendara motor harus ekstra hati-hati.
Meriam Si Jagur Peninggalan Sejarah Unik
Mungkin ada yang belum tahu peninggalan sejarah unik yang bernama Meriam Si Jagur, sebuah senjata perang tempo doelo yang sangat di andalkan oleh bangsa Portugis untuk mempertahankan benteng mereka di Malaka dari serangan musuh, kemudian setelah jatuhnya Malaka oleh VOC pada 1641, Meriam ini di boyong ke Batavia, lagi-lagi di percaya untuk melindungi Batavia dari serangan musuh.
Jika meriam ini bisa bicara tentu ia akan mengisahkan kepada kita pengalaman perang yang pernah ia alami di masa lalu, dan berapa ratus mungkin ribuan peluru yang ia muntahkan dan berapa nyawa yang telah ia bunuh, namun beruntung sekali karena ia hanya benda mati sehingga ia tidak dapat menceiratakan pengalaman mengerikannya.



